Implementasi Metode Pada Decision Tree dalam Penentuan Tingkat IQ Anak SD - Irham Febryo

Hot

Sabtu, 30 September 2017

Implementasi Metode Pada Decision Tree dalam Penentuan Tingkat IQ Anak SD

1. Latar Belakang

Komputer cerdas semakin berkembang serta makin tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia pada era teknologi informasi sekarang ini. Pengembangan perangkat lunak di bidang kecerdasan buatan terus mengalami perubahan dengan cepat terutama di bidang psikologi, khususnya untuk menentukan tingkat intelectual quotationt (IQ), khususnya anak kelas 4,5,6 Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Islam Yahdi Medan. Di mana sekolah ini masih menggunakan sistem konvensional dalam melakukan tes IQ kepada siswa-siswinya dengan menggunakan tes tertulis sehingga hasil tes belum bisa digunakan sebagai rujukan sepenuhnya untuk menentukan bakat dan minat para siswa sesuai dengan kemampuannya masing-masing, sehingga dikembangkan suatu sistem terbaru dalam bentuk game IQ sehingga dapat menarik siswa untuk menjawab soal sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Sistem penentuan tingkat IQ dibuat dalam bentuk permainan komputer atau sering disebut dengan game IQ yang digunakan untuk asah otak manusia sekaligus untuk mengukur tingkat intelegensi penggunanya. Game IQ yang dikembangkan merupakan kombinasi angka, huruf dan gambar. Permainan ini selain digunakan sebagai alat bantu asah otak penggunanya, dapat juga digunakan untuk mengukur tingkat intelegensi pengguna yang sering disebut dengan kecerdasan intelektual
(intellectual quotation) dengan menggunakan metode Binet Simon. Metode ini digunakan untuk tes intelegensi seseorang yang digunakan untuk pemeriksaan psikologi dengan alat-alat ukur tertentu dalam bentuk soal-soal tes yang diciptakan oleh pakar psikologi untuk membedakan prilaku seseorang dengan orang lain.
Teknik pencarian yang digunakan dalam game IQ ini adalah teknik heuristic yang digunakan untuk menentukan soal-soal tes IQ untuk anak SD yang akan ditampilkan secara acak sesuai dengan jenis soal yang akan ditampilkan. Teknik heuristic yang diterapkan adalah model decision tree yang merupakan saalah satu metode klasifikasi yang menggunkan representasi suatu struktur pohon yang berisi alternatif-alternatif untuk pemecahan suatu masalah, sehingga proses pencarian dapat dilakukan dengan cepat karena soal tes IQ sudah diklasifikasikan ke dalam bentuk pohon keputusan (decision tree) dan aturan-aturan keputusan (rule) sesuai dengan tingkatan umur penggunanya.
Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis tertarik untuk membuat game IQ dengan judul “Implementasi Metode Pada Decision Tree dalam Penentuan Tingkat IQ Anak SD” sebagai topik penelitian dalam skripsi ini.

2. Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang di atas, maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut :

a. Bagaimana proses kerja metode decision tree dalam penentuan IQ anak SD Yayasan Pendidikan Islam Yahdi Medan?
b. Bagaimana merancang dan mengimplementasikan metode decision tree dalam penentuan IQ anak SD Yayasan Pendidikan Islam Yahdi Medan?

3. Batasan Masalah


Pokok pembahasan dalam penelitian ini dibatasi sebagai berikut :
a. Soal Test IQ yang digunakan untuk anak kelas 4, 5, dan 6 SD.
b. Teknik pencarian soal menggunakan teknik heuristic dengan Linear Congruential Generator (LGC).
c. Algoritma decision tree yang digunakan adalah C.45.
d. Metode pengukuran tingkat intelegensi menggunakan metode Binet Simon.
e. Game IQ ditampilkan dalam bentuk gambar dua Dimensi (2D).
f. Soal test pada jenis soal ditampilkan secara acak (random).
g. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Microsoft Visual Basic 2008.
h. Database yang digunakan adalah SQL Server 2005.

4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui proses kerja metode decision tree dalam penentuan IQ anak SD Yayasan Pendidikan Islam Yahdi Medan.
b. Untuk merancang dan mengimplementasikan metode decision tree dalam penentuan IQ anak SD Yayasan Pendidikan Islam Yahdi Medan.

5. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Bagi Peneliti
Menambah wawasan dan pengetahuan peneliti dalam implementasi pembuatan metode decision tree dalam penentuan IQ anak SD.
b. Bagi Pengguna
Membantu pengguna game IQ untuk melakukan asah otak dalam bentuk permainan komputer sekaligus untuk tes IQ untuk mengetahui tingkat intelegensi pengguna.
c. Bagi Sekolah
Membantu guru Bimbingan Konseling (BK) dalam menentukan minat dan bakat siswa-siswa sekolah ini sehingga dapat ditentukan metode pembelajaran yang tepat bagi siswa tersebut serta mengambil solusi penanganan yang tepat jika siswa-siswi terbut bermasalah di sekolah.
d. Bagi Peneliti Berikutnya
Menjadi bahan referensi bagi peneliti lain yang ingin mengembangkan game IQ menggunakan metode decision tree dalam penentuan IQ anak SD.

6. Metode Penelitian Metode 

penelitian yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah metode waterfall. Metode waterfall atau sering juga disebut air terjun adalah sebuah metode dalam pengembangan sistem yang dilakukan untuk membuat pembaruan sistem yang berjalan. Metode pengembangan sistem merupakan proses mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan metode-metode atau model-model yang digunakan orang untuk mengembangkan sitem-sistem perangkat lunak sebelumnya dengan memiliki alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian, dan tahap pendukung (support). Dan untuk gambarannya dapat di ilustrasikan seperti Gambar 1.
Gambar 1. Metode Waterfall dalam Pengembangan Sistem Sumber : Sommerville dalam Binanto (2014:3)
Keterangan Gambar 1:
a. Requirements analysis and definition
Layanan sistem, kendala, dan tujuan ditetapkan oleh hasil konsultasi dengan pengguna yang kemudian didefinisikan secara rinci dan berfungsi sebagai spesifikasi sistem. Pada tahapan ini dilakukan untuk penentuan tujuan pengembangan sistem serta analisis data yang dibutuhkan seperti soal-soal tes IQ untuk anak kelas 4,5,6 SD Yayasan Pendidikan Islam Yahdi Medan.
b. System and software design
Tahapan perancangan sistem mengalokasikan kebutuhan-kebutuhan sistem baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan membentuk arsitektur sistem secara keseluruhan. Perancangan perangkat lunak melibatkan identifikasi dan penggambaran abstraksi sistem dasar perangkat lunak dan hubungannya. Pada tahap ini dilakukan desain sistem yang akan dikembangkan yaitu menggunakan UML (Unified Modeling Language),
c. Implementation and unit testing
Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. Pengujian melibatkan verifikasi bahwa setiap unit memenuhi spesifikasinya. Pada tahap ini dilakukan implementasi sistem yang akan dibuat serta uji coba untuk mengetahui sistem sudah berjalan sesuai dengan tujuan pengembangan sistem yang dikembangkan menggunakan bahasa pemograman Visual Basic 2008 dan SQL Server 2005.
d. Integration and system testing
Unit-unit individu program atau program digabung dan diuji sebagai sebuah sistem lengkap untuk memastikan apakah sesuai dengan kebutuhan perangkat lunak atau tidak. Setelah pengujian, perangkat lunak dapat dikirimkan ke customer.
e. Operation and maintenance
Biasanya (walaupun tidak selalu), tahapan ini merupakan tahapan yang paling panjang. Sistem dipasang dan digunakan secara nyata. Maintenance melibatkan pembetulan kesalahan yang tidak ditemukan pada tahapan-tahapan sebelumnya, meningkatkan implementasi dari unit sistem, dan meningkatkan layanan sistem sebagai kebutuhan baru.

7. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan skripsi ini dibagi menjadi 5 (lima) bab dan setiap bab dibagi menjadi sub bab sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan teori–teori yang berhubungan dengan implementasi metode decision tree dalam penentuan IQ anak SD Yayasan Pendidikan Islam Yahdi Medan.

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
Bab ini berisi tentang analisa sistem penentuan IQ anak SD Yayasan Pendidikan Islam Yahdi Medan menggunakan metode decision tree serta perancangan sistem yang dirancang mencakup rancangan proses, rancangan antarmuka, rancangan database serta algoritma.

BAB IV IMPELEMENTASI SISTEM
Bab ini berisi tentang implementasi sistem penentuan IQ anak SD Yayasan Pendidikan Islam Yahdi Medan menggunakan metode decision tree, mencakup perangkat yang dibutuhkan, pengujian sistem serta evaluasi atas sistem yang digunakan.

BAB V PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan yang diambil dari pembahasan masalah serta saran yang dapat dipertimbangkan untuk tindak lanjut terhadap sistem yang dibuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Donasi Klik Iklan